Lompat ke isi utama

Berita

Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu HSU Harap Peran Aktif Seluruh Lapisan Masyarakat

Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu HSU Harap Peran Aktif Seluruh Lapisan Masyarakat
\n\n\n\n\n

Amuntai – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Hulu Sungai Utara gelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2020. Dengan menghadirkan peserta dari tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, ormas, mahasiswa, organisasi kepemudaan dan undangan lainnya bertempat di pendopo RM Melati Amuntai pada Senin (19/10)

\n\n\n\n

Ketua Bawaslu HSU, Syardani dalam sambutannya mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam pengawasan demi tercapainya pemilu yang berintegritas. “Kalau masyarakat aktif melaporkan dugaan pelanggaran, maka akan tercipta pemilu yang bersih. Keterlibatan seluruh lapisan masyarakat yang secara sadar dan suka rela untuk mencegah dan melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan dalam proses tahapan pemilu akan memudahkan kami (Bawaslu) dalam melakukan pengawasan. Karena keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam pengawasan partisifatif menjadi langkah strategis untuk mengawal proses demokrasi yang lebih baik” tegasnya.

\n\n\n\n

H.Supriyanto Noor, Anggota Bawaslu Provinsi Kalsel mengatakan kesuksesan pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel yang akan diadakan tanggal 9 Desember nanti bukan hanya tanggung jawab penyelenggara dalam hal ini adalah Bawaslu dan KPU melainkan tanggung jawab kita bersama. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran teman-teman semua dan kami selaku pelenggara pada kesempatan ini mengajak kalian semua untuk mengawal bersama jalannya proses demokrasi agar terciptanya pemilu yang jujur adil” tegasnya.

\n\n\n\n

Pathurrahman Kurnain, selaku akademisi dan KH. Said Masrawan selaku Ketua MUI Kabupaten Hulu Sungai Utara turut berhadir menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.

\n\n\n\n

Memasuki era digital ini semua serba mudah, cepat dan transparan. Akan tetapi yang menjadi permasalahan saat ini adalah adanya kecanggihan teknologi canggih seperti gadget dan alat komunikasi lain dengan informasi yang tidak terbatas menjadi titik kerawanan dalam pelaksanaan pemilu seperti kampanye via media sosial yang banyak menimbulkan kegaduhan publik dengan mudahnya penyebaran hoax dan lain sebagainya. Inilah tantangan untuk menciptakan Demokrasi yang harus dikawal dengan baik.

\n"