Bawaslu Kalsel Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif Menuju Pemilu 2029 Bermartabat
|
Banjarmasin, 26–28 Agustus 2025 – Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” di Hotel Aria Barito, Banjarmasin. Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta dari seluruh Kalimantan Selatan, termasuk 30 peserta dari Kabupaten Tanah Laut yang terdiri atas 13 laki-laki dan 17 perempuan.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Sekretariat Bawaslu Kalsel, Dasya, menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Dengan peserta yang luar biasa ini, mari kita ikuti pelatihan dengan semangat dan penuh keceriaan. Saat narasumber menyampaikan materi, otak kita harus mulai berpikir dan menalar,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kalsel, Thessa Aji Bodiono, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya karena Kalimantan Selatan terpilih sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
“Semoga ke depan kegiatan seperti ini juga dapat dilaksanakan di kabupaten/kota lain. Dengan begitu, para penggiat pengawasan pemilu dapat semakin meningkatkan pemahaman demokrasi dan mewujudkan pemilu yang jujur, adil, serta bermartabat,” katanya.
Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono, turut menegaskan pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
“Ada atau tidak adanya anggaran, kita harus tetap melaksanakan kegiatan pengawasan partisipatif. Hal ini untuk memberi semangat agar kita selalu ingat bahwa pemilu harus dijaga agar berjalan jujur, adil, dan bermartabat,” tegasnya.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan empat materi utama, yaitu:
- Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu
- Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu
- Teknis Permohonan Proses Sengketa Pemilu
- Teknik Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu semakin meningkat, sehingga terwujud pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan bermartabat.
Penulis: Seftian
Foto: Bawaslu Kalsel