Lompat ke isi utama

Berita

Mars Bawaslu : Semangat Pengawalan Demokrasi dan Harapan Reformasi

Menyanyikan Lagu Mars Bawaslu

Amuntai- Dua Puluh Enam Tahun pasca-Reformasi 1998, janji untuk mewujudkan pemilu yang jujur dan adil masih terus diuji, salah satu penjaga nyala api demokrasi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawalu) tak hanya mengandalkan mekanisme pengawasan formal tetapi juga menanamkan semangatnya melalui mars Pengawas Pemilu. Mars Pengawas Pemilu ini diperdengarkan dan dinyanyikan oleh Jajaran Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara sesuai Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 30 Tahun 2025.

Lagu yang diciptakan oleh mantan Sekjen Bawaslu (2013-2022) Gunawan Suswanto bukan sekadar penyemangat seremonial. "Kami Pengawas Pemilihan Umum. Mengabdi Tuk Negara dan Berjiwa Pancasila. Bertugas Tuk Mengawal Demokrasi Bangsa Indonesia. Berdasar Undang-Undang Kami Pun Berdiri Wujudkan Harapan Reformasi. Kobaran Semangat Kami Tak akan Berhenti. Ayo Awasi!" Begitu sepenggal lirik yang mencerminkan tekad Bawaslu dalam menjaga integritas pemilu serta komitmen pengawas pemilu dalam mengawal berjalannya pesta demokrasi agar berjalan dengan adil dan demokratis.

Agar demokrasi tidak sekedar retorika, Bawaslu memerlukan dukungan sistematik. Partisipasi masyarakat juga harus digerakkan, mars Bawaslu bisa menjadi alat edukasi untuk mendorong peran aktif masyarakat sebagai Watchdog demokrasi. Harapan Reformasi tak boleh menjadi mimpi belaka. Butuh nyali dan ketegasan mewujudkannya. "Demokrasi akan kuat jika diawasi oleh rakyatnya sendiri".