Kick Off P2P 2026, Bawaslu Dorong Masyarakat Terlibat Mengawasi Proses Demokrasi
|
Persiapan pengawasan Pemilu 2029 mulai dilakukan lebih awal oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia. Melalui kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Bawaslu mengajak masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam menjaga kualitas demokrasi sejak proses awal, tidak hanya pada saat hari pemungutan suara.
Kegiatan kick off P2P 2026 dilaksanakan secara luring di Kabupaten Tangerang, Selasa (12/5/2026), dan diikuti oleh jajaran Bawaslu Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting. Momentum ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran masyarakat sebagai bagian dari sistem pengawasan Pemilu yang partisipatif.
Di Kabupaten Hulu Sungai Utara, kegiatan tersebut turut diikuti oleh calon peserta P2P yang berasal dari mitra bawaslu dan mayatakat umum. Keterlibatan generasi muda ini menjadi upaya strategis untuk memperluas partisipasi publik sekaligus menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini.
Pelaksanaan program ini didasarkan pada Surat Keputusan Nomor 73 Tahun 2026 tentang Standar Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif bertajuk “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Melalui program tersebut, masyarakat dibekali pemahaman terkait pengawasan partisipatif, pencegahan pelanggaran, serta penguatan nilai-nilai demokrasi.
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan elemen penting dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang dipilih sebagai lokasi kick off karena pernah memiliki indeks kerawanan Pemilu yang tinggi, namun berhasil ditekan melalui kolaborasi kuat antara Bawaslu dan masyarakat.
“Persiapan Pemilu tidak dimulai menjelang pencoblosan, tetapi jauh sebelumnya. Karena itu kader pengawas partisipatif perlu disiapkan sejak sekarang agar mampu membaca situasi, berpikir kritis, dan berani menyampaikan temuan di lapangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap lahirnya kader-kader pengawas partisipatif yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kualitas demokrasi. Dengan demikian, pengawasan Pemilu 2029 diharapkan dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berintegritas melalui kolaborasi antara lembaga dan masyarakat.
Tim humas bawaslu hsu