Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu HSU Gelar Diskusi Luring Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, Siapkan Kader Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Pengawas Partisipatif

AMUNTAI – Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan kegiatan Diskusi Luring Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 pada Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu serta mencetak kader demokrasi yang siap berkontribusi mewujudkan Pemilu Tahun 2029 yang berkualitas.

Kegiatan tersebut dihadiri secara lengkap oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara beserta Koordinator Sekretariat yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif. Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan sekretariat menunjukkan komitmen kuat Bawaslu HSU dalam membangun budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara, Marfai, S.Ag., M.AP. Dalam sambutannya, Marfai menyampaikan bahwa pelaksanaan Diskusi Luring Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 merupakan bagian dari program penguatan kapasitas peserta P2P dalam memahami pengawasan pemilu. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga dapat memperoleh manfaat maksimal dari program tersebut.

“Peserta yang hadir hari ini merupakan individu-individu terpilih yang telah menunjukkan komitmen untuk belajar dan terlibat dalam pengawasan partisipatif. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ujar Marfai.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Aries Mardiono, M.Sos., yang hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam sambutannya, Aries menegaskan bahwa peran pengawas partisipatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Bawaslu dalam mengawal jalannya demokrasi.

Ia menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat terhadap program Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan pemilu. Oleh karena itu, dilakukan proses penjaringan peserta guna menghadirkan individu-individu yang memiliki semangat, kepedulian, dan komitmen dalam menjaga integritas pemilu.

Lebih lanjut, Aries berharap energi positif yang dimiliki masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat memberikan dampak yang baik bagi pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif di Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader pengawas dan pemilih partisipatif yang mampu bergerak, berkolaborasi, serta menjadi penggerak demokrasi untuk mewujudkan Pemilu Tahun 2029 yang lebih berkualitas di wilayah masing-masing.

Sebanyak 20 peserta yang dinyatakan lulus seleksi telah mengikuti rangkaian pembelajaran mandiri secara daring melalui Learning Management System (LMS) pada tanggal 3 hingga 9 Juni 2026. Selanjutnya, pada Rabu, 10 Juni 2026, para peserta mengikuti sesi tatap muka dan diskusi luring di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, terdiri atas mahasiswa magang, mitra Bawaslu, dan masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti diskusi. Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan terkait materi pencegahan pelanggaran, penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa proses pemilu, pengembangan komunitas pengawas partisipatif, hingga tindak lanjut yang dapat dilakukan setelah kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif berakhir.

Peserta juga aktif berdiskusi mengenai langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan oleh kader Pengawas Partisipatif dalam membangun komunitas pengawasan di lingkungan masing-masing, termasuk strategi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu serta upaya kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara berharap para peserta tidak hanya memahami aspek teknis kepemiluan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi. Dengan demikian, semangat pengawasan partisipatif dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Pemilu Tahun 2029 yang jujur, adil, demokratis, dan bermartabat.

Tim Humas Bawaslu HSU